"Mas,
dengan kisah hidupku yg seburuk itu, apakah aku masih layak bertemu
dengan kekasih hidup yg shalih, sementara akhlakku dahulu sangat jauh
dari keshalihan?.
Kawanku, jangan pernah berputus asa dari
kasih sayang Allah. Seburuk apapun akhlakmu di masa silam, peluang untuk
mendapatkan kekasih shalih sangatlah terbuka lebar, namun tentu dengan
satu syarat, yakni dengan bertaubat kepada Allah. Ada banyak kisah yang
memberi teladan pada kita tentang seorang yang dulunya sangat hina namun
ia bertaubat hingga mereka pun menemukan kekasih shalih sebagai hadiah
dari Allah.
Masih ingat kan
bagaimana kisah Zulaikhah, sang imro’atul ‘aziz yang pada akhirnya
menikah dengan Yusuf ‘alaihissalam. Bukankah pada awalnya Zulaikhah
adalah istri raja yang mencoba mendapatkan Yusuf dengan cara yang
tercela. Saat suaminya sedang bepergian, Zulaikhah mendatangi Yusuf di
kamarnya, merayu Yusuf agar mau berzina dengannya. Namun Yusuf menolak,
maka Zulaikhah menfitnah Yusuf hingga Yusuf pun masuk penjara. Tapi pada
akhirnya Zulaikhah sadar dan menyesali kesalahannya. Dia bertaubat
dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Sehingga Allah pun berkenan
mempertemukan Zulaikhah dengan pria pujaannya, Yusuf AS dengan jalan
yang halal dan diridhoi-Nya.
Ada kisah lain. ada seorang
pelacur di kalangan Bani Israil. Ia sangat cantik dan menjadi primadona
saat itu. Sebuah peristiwa telah membuat pelacur itu bertaubat dan
berjanji untuk tidak lagi melakukan perbuatan hina itu lagi. Allah pun
mempertemukan wanita itu dengan seorang lelaki shalih yang terus
membimbingnya di jalan kebaikan. Tak hanya itu, dari pernikahan mereka,
Allah menghadiahkan anak-anak yang sangat shalih di kalangan kaumnya.
Maka kawanku, sungguh Allah tak pernah menutup pintu ampunan-Nya selagi
sang hamba masih hidup. Allah masih membuka pintu maghfirahnya
lebar-lebar. Allah masih berkenan memaafkan kesalahan hamba-hamba-Nya
asalkan sang hamba mau bertaubat dan kembali ke jalan kebaikan. Bahkan
Allah terkadang menghadiahkan seorang kekasih shalih yang menjadi
pembimbing dan pendamping hidup bagi mereka yang bertekad kembali menuju
jalan keshalihan.
Jangan pernah berputus asa dari rahmat
Allah. sekelam apapun masa lalumu, sesuram apapun akhlakmu dahulu,
seburuk apapun sikapmu di masa silam, tetaplah memiliki harapan tinggi
pada kekasih yang hendak jadi pendampingmu nanti. Jangan rendahkan
targetmu. Jangan pernah berpikir, “Ah, aku dulu hanyalah orang hina,
maka aku tak akan memimpikan pendamping hidup yang muluk-muluk. Aku tak
berani mengharapkan kekasih halal yang shalih”. Jangan. Sungguh jangan
pernah kau berpikir seperti itu. Karena Allah sangat membenci
hamba-hamba yang berputus asa dari rahmat-Nya. Tetaplah punya target
yang tinggi, yang hebat, yang indah. Insyaallah target itu menjadi doa
kita pada Tuhan.
Wallahu a'lam,
Ahmad Rifai Rifan
Masih ingat kan bagaimana kisah Zulaikhah, sang imro’atul ‘aziz yang pada akhirnya menikah dengan Yusuf ‘alaihissalam. Bukankah pada awalnya Zulaikhah adalah istri raja yang mencoba mendapatkan Yusuf dengan cara yang tercela. Saat suaminya sedang bepergian, Zulaikhah mendatangi Yusuf di kamarnya, merayu Yusuf agar mau berzina dengannya. Namun Yusuf menolak, maka Zulaikhah menfitnah Yusuf hingga Yusuf pun masuk penjara. Tapi pada akhirnya Zulaikhah sadar dan menyesali kesalahannya. Dia bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Sehingga Allah pun berkenan mempertemukan Zulaikhah dengan pria pujaannya, Yusuf AS dengan jalan yang halal dan diridhoi-Nya.
Ada kisah lain. ada seorang pelacur di kalangan Bani Israil. Ia sangat cantik dan menjadi primadona saat itu. Sebuah peristiwa telah membuat pelacur itu bertaubat dan berjanji untuk tidak lagi melakukan perbuatan hina itu lagi. Allah pun mempertemukan wanita itu dengan seorang lelaki shalih yang terus membimbingnya di jalan kebaikan. Tak hanya itu, dari pernikahan mereka, Allah menghadiahkan anak-anak yang sangat shalih di kalangan kaumnya.
Maka kawanku, sungguh Allah tak pernah menutup pintu ampunan-Nya selagi sang hamba masih hidup. Allah masih membuka pintu maghfirahnya lebar-lebar. Allah masih berkenan memaafkan kesalahan hamba-hamba-Nya asalkan sang hamba mau bertaubat dan kembali ke jalan kebaikan. Bahkan Allah terkadang menghadiahkan seorang kekasih shalih yang menjadi pembimbing dan pendamping hidup bagi mereka yang bertekad kembali menuju jalan keshalihan.
Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. sekelam apapun masa lalumu, sesuram apapun akhlakmu dahulu, seburuk apapun sikapmu di masa silam, tetaplah memiliki harapan tinggi pada kekasih yang hendak jadi pendampingmu nanti. Jangan rendahkan targetmu. Jangan pernah berpikir, “Ah, aku dulu hanyalah orang hina, maka aku tak akan memimpikan pendamping hidup yang muluk-muluk. Aku tak berani mengharapkan kekasih halal yang shalih”. Jangan. Sungguh jangan pernah kau berpikir seperti itu. Karena Allah sangat membenci hamba-hamba yang berputus asa dari rahmat-Nya. Tetaplah punya target yang tinggi, yang hebat, yang indah. Insyaallah target itu menjadi doa kita pada Tuhan.
Wallahu a'lam,
Ahmad Rifai Rifan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar